Tuesday, August 10, 2010
Ketakutanku
"Kemana perginya keluarga itu?Bagaimana mereka melanjutkan hidup?Apa yang selanjutnya mereka akan lakukan?"
Pertanyaan itu kadang muncul dibenakku.
Dulu yang sering aku lihat adalah P.Mul yang sering duduk-duduk atau menyapu teras,Istrinya yang jalan oagi atau membeli sarapan,anaknya yang mengantar susu kedelai untuk dititipkan kepada para penjual,menantunya yang rajin sekali berolahraga di teras.
Kami gempar,sangat gempar saat pengrebekan itu.Bahkan saat itu aku menutup telingaku sambil menangis ketika mendengar rintihan kesakitan.Mereka terduga teroris yang sedang diinterogasi di mobil tertutup tepat di depan rumahku.mereka diinterogasi sembari dipukuli dengan senjata yang petugas bawa.
Yang benar-benar membuatku ngeri adalah suara-suara mereka.suara mohon ampun untuk tidak dipukuli dan suara kesakitan.Aku benar-benar tidak menyalahkan penangkapan itu.Jika memang benar mereka adalah teroris maka menangkap mereka adalah langkah yang tepat.Tapi tidak bisakah untuk tidak menginterogasi di TKP dengan banyak pasang mata masyarakat menyaksikan?Dan aku aalah yang takut dengan kekerasan.
Aku bisa meneteskan air mata ketika mengingat kalimat-kalimat miris ini tirucap dengan nada melas.
"Demi Allah pak saya tidak tahu.Saya tidak pernah ikut-ikutan yang begituan.Ampun pak sakit!.Kasiani saya pak,istri saya sedang sakit".
Aku benar-benar memohon agar hal yang sama tidak terulang ditempat lain.Menelanjangi terduga teroris,menginterogasi dengan hujanan pukulan,pemandangan para interogator yang tertawa terbahak-bahak serta rintihan sakit.Jangan di tempat umum.sangat menakutkan.......
Sunday, August 8, 2010
LYRICS
(with taranslation)
OST 1 litre of tear : Only Human
OST Great Queen Seondok: Can't I love U
Lyrics I like (no translation)
I Hope (FT Island)
inilah aku
Tuesday, August 3, 2010
"Sang Pemerintah"
Ya...setiap program berita pasti ada tyangan khusus mengenai hal tersebut.Kita bisa melihat betapa banyaknya anggota DPR yang bolos(kira2 200-an) saat sidang paripurna.Juga tidur dengan nyenyaknya di ruang sidang.Memainkan mobile phone mereka.Bahkan layaknya perkampungan,"ibu-ibu pada ngrumpi alias gosip!!"
Yang terpikirkan olehku sebagai seorang pelajar.Aku pertegas,Seorang pelajar bukan pengamat politik,kritikus dan sejenisnya adalah"Bagaimana tingkah laku mereka saat menjadi PELAJAR ya?Apakah sikap-sikap mereka saat ini merupakan pencerminan tabiat mereka saat berstatus sebagai pelajar?Atau tingkah mereka saat ini merupakan hasil "jerih payah" mereka saat duduk di bangku sekolah?Mereka belajar dengan tekun,mendapat nilai bagus untuk bekal masa depan mereka kemudian saat ini setelah mendapat pekerjaan dengan gaji berpuluh-puluh juta mereka menikmati jerih payah itu?(Enak sekali hidupnya ya!!)
Aku bukan kritikus yang mampu memberi sran atas sikap kritisku.Aku hanya seorang pelajar yang sedang memperjuangkan masa depanku.
Jika ada yang menganggap tulisan ini sebuah penghinaan maka orang itu bisa kukatakan cerdas,kaena memang ada unsur cercaan.Tapi dia bisa kukatakan pula tidak punya hati.Ini hanya sebuah pendapatku untuk Indonesiaku tercinta.
Mark Is Not Everything
Kemarin aku belajar mulai pukul 18.00-00.00_an.Aku kerjakan soal-soal dari copy-an buku peganganku.Aku merasa aku siap untuk hari ini.
Pagi hari,jam ke-1 dan 2 waktunya ulangan.Aku cukup percaya diri.Soal yang diberikan menurutku mudah.Aku bahkan mampu mengerjakan seluruh soal.Pengalamanku waktu kelas XI jika ulangan b.Widi bisa dijamin pasti soalnya sulit sekali dan tak mampu aku kerjakan semua.
Sempat juga aku diskusi dengan teman sebangku.Tumben banget aku selesai lebih cepat daripada dia.Malah saat ulangan temanku tersebut mengatakan,"Aku tadi yang aku kerjakan sendiri cuma 1!"
Tapi apa yang terjadi kemudian?
Aku pikir nilai 8 aku bisa dapatkan.Padahal sebelum mengumpulkan aku teliti dulu.Nilaiku hanya 7!!dan nilai 7 belum memenuhi KKM,karena KKM kimia adalah 76!!Masyaallah!
Kecewa?Sangat!
Dibalik kekecewaanku ada rasa optimisme.Seperti kata temanku dalam pin buatanya,"Mark is not Everything!"
Aku yakin jika diberi kesempatan aku pasti bisa.Ini bukan bagian dari rasa pasrahku dan sikap menyerahku,tapi aku hanya husndzan pada Tuhanku,Allah SWT.Aku memang tak bakat di mapel kimia,tapi aku rasa aku juga mampu.
Suatu saat tapa harus menunjukan pada orang-orang inilah nilaiku,aku masih percaya dengan kemampuanku.Karena aku sudah cukup puas bisa menikmati proses belajarku.Belajar dari yang tidak tahu menjadi tau,bukan untuk nilai.setiap pelajar mestinya juga dapat merasakannya.belajar membuat kebodohan kita berkurang sedikit demi sedikit.Dan betapa luar biasanya otak yang diberikan kepada manusia.
Saturday, July 24, 2010
Hanya di Kulit Saja
Hari ini perdana pelajaran kimia oleh Bu Tantri.
Ada banyak hal-hal yang unik dan menggelikan selama pelajaran.Ya…sejak awal memang bu Tantri sering mendengungkan “yang penting menguasai konsep”.Memang dapat dilihat kebanyakan pelajar di Indonesia,termasuk saya sendiri cenderung menghafal rumus tanpa menguasai konsep.Sehingga apabila sudah lama tidak menggunakan rumus tersebut maka akan lupa bagaimana cara menggunakannya.
Begini,bu Tantri menuliskan suatu reaksi sbb:
HCl+ NaOH menjadi NaCl +H2O dan jika
NaCl +H2O menjadi……………..dengan serempak tanpa ragu-ragu sedikitpun,hampir seluruh siswa XII IPA 1 yang berjumlah 32 menjawab “HCl+ NaOH!!!!!"
Lalu bu Tantri melanjutkan."Nah ini kan mau istirahat.Nanti mampir ke kantin bu Bejo pesan soto terus laporan ke saya lidahnya pada masih utuh ato uda hilang!"
terus terang saya bingung dengan perkataan guruku tadi.Dan semua yang di kales saling menatap.Sama bingungnya denganku.
"Nah itulah makanya Yang penting konsep!Selama ini apakah jika kalian mencampur garam +air menjadi HCl dan NaOH?Kalau begitu pasti lidah kalian pada melepuh to?Iya apa ga?Bukankah rasa soto itu gurih?Horog piye?"
Masya Allah!!!!Kami tertawa sadar akan kebodohan kami.Ditambah dengan gaya penyampaian bu Tantri yang unik.Lalu beliau mengkritik tentang bimbel.Dia mengatakan bahwa Bimbel itu cuma sia-sia.Buang-buang uang dan waktuDatang duduk manis lihat tentor nulis terus kita menyalinnya.HeeeHe...
Fakta,saya merupakan salah satu dari 2 siswi di kelas yang tidak ikut Bimbel.Karena saya sependapat dengan bu Tantri...